Pengaruh Moral Judgment dan Kecerdasan Emosi terhadap Perilaku Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pengakses Pornografi di Internet

  • Nia Rosmalina Fauziyah

Abstract

Salah satu dampak negatif dari internet adalah pornografi. Jika pengakses pornografi dibiarkan secara terus menerus hal ini dapat merusak moral serta individu tersebut. Penelitian  ini bertujuan untuk melihat pengaruh moral judgment dan kecerdasan emosi terhadap perilaku  siswa yang  mengakses pornografi di internet.  Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 122 orang siswa yang berusia 15 sampai 19 tahun. Jumlah responden laki-laki adalah 68 orang, sedangkan jumlah responden perempuan adalah 54 orang.  Pengumpulan data menggunakan skala Moral Competence Test (MCT) untuk moral judgment, lalu skala Trait Emotional Intelligence Questionnaire (TEIQUE-SF)  untuk kecerdasan emosi dan  skala Pornografi Craving Quesionnaire (PCQ) untuk mengakses pornografi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi. Hipotesa dalam penelitian ini tidak terbukti. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tidak signifikan dengan nilai F= 0,237 pada tingkat α > 0,05. Sementara analisa tambahan jika dipisahkan responden menurut jenis kelamin menghasilkan kesimpulan tambahan yaitu moral judgment dan kecerdasan emosi pada responden laki-laki berkolerasi -0,214 pada tingkat α < 0,05 dengan α=0,040.Sementara mengakses pornografi dan kecerdasan emosi pada responden perempuan berkolerasi 0,255 pada tingkat  α < 0,05 dengan α= 0,031.

References

Andria, W. (2011). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pelajar dalam Mengakses Situs Porno: Sebuah Penelitian Perilaku Pelajar terhadap Media Massa Internet di SMA Negeri 3 Semarang (Unpublish Research).
Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., & Hilgard, E. R. (1993). Pengantar psikologi. Edisi Kedelapan Jilid, 2. Jakarta : Erlangga
Goleman, Daniel (2007). Kecedasan Emosional. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
Hald, G. M., & Malamuth, N. M. (2008). Self-perceived effects of pornography consumption. Archives of Sexual Behavior, 37(4), 614-625.
Ibung, Dian (2009). Mengembangkan nilai moral pada anak. Jakarta : Elex media komputindo
Kartono, Kartini (2006). Psikologi wanita : mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Jakarta: Mandar Maju
Kohlberg, L. (1971). Stages of moral development. Moral education, 23-92.
Kraus, S., & Rosenberg, H. (2014). The pornography craving questionnaire: psychometric properties. Archives of sexual behavior, 43(3), 451-462.
Lind, G., Hartmann, H. A., & Wakenhut, R. (Eds.). (1985). Moral development and the social environment: Studies in the philosophy and psychology of moral judgement and education. Transaction Publishers
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldsman, R. D., (2009). Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta : Salemba Humanika
Petrides, K. V. (2009). Psychometric properties of the trait emotional intelligence questionnaire (TEIQue). In Assessing emotional intelligence (pp. 85-101). Springer US.
Purwaningsih, R. (2008). Cybersex Di Kalangan Remaja (Unpublish Research).
Romadlan, Said (2014). Internet di pondok pesantren muhammadiyah: masalah dan solusinya. Jakarta : uhamka press
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence. Imagination, cognition and personality, 9(3), 185-211.
Santrock, J. W. (2007). Remaja, Edisi kesebelas. Jakarta : Erlangga
Sari, N. N., & Purba, R. M. (2012). Gambaran Perilaku Cybersex pada Remaja Pelaku Cybersex di Kota Medan. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 7(2).
Setyawan, Davit (2015) KPAI: 1.022 Anak jadi korban pornografi dan kejahatan online. Diakses dari http://www.kpai.go.id/berita/kpai-1-022-anak-jadi-korban-pornografi-dan-kejahatan-online/ (diakses:26/03/2016)
Siahaan, Mauli (2015). All about teens. Yogyakarta : andi publisher
Soebagijo, Azimah (2008). Pornografi dilarang tapi dicari. Jakarta : Gema Insani
Sugiyono (2014). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Published
2016-08-30
Section
Articles